Malam tahun baru kemarin kulewati di dua pulau, ya.. Jawa dan bali, bukan jawa dan pulau santen (bwi,red)malam pergantian tahun baru di banyuwangi sangat berbeda dengan tahun" sebelumnya.
Polres banyuwangi mengadakan acara lomba drag bike di depan kantor pemkab. Dengan diiringi musik konser disisi timur
malam tahun baru kali ini kulewati dengan calon istriku tercinta, saat tahun baru kita (aq, lia, mak nah) melihat pesta kembang api yang diselenggarakan oleh klenteng tri dharma rogojampi. Meski tidak semeriah di tempat" ibukota, tapi lumayan membuat kita semua terpukau
dan hari selanjutnya q ngantar sang calon istri tercinta pulang ke denpasar, tempat dimana dia tinggal dan bekerja.Awalnya cuma mau ngantar sampe gilimanuk, tapi kupikir saat itu hari masih sore, jadi aq punya cukup waktu buat bolak balik denpasar-banyuwangiperjalanan yang q kira makan waktu 3 jam ternyata molor.
Berangkat dari banyuwangi kita sudah kehujanan, dan di bali ternyata bersambung. Hujan terus melanda, dan mengakibatkan motor kita tidak bisa dipacu semaksimal mungkin
inilah review perjalanan dari banyuwangi ke denpasar:
tiket menyeberang orang: Rp 6.000
tiket menyeberang sepeda motor: Rp 16.000 (kalau naik sepeda motor maka tidak dihitung per kepala lagi, semua sudah masuk itungan) tapi karena pamannya calon istriku bekerja di pelabuhan, kita bisa naik kapal gratis
tiket menyeberang kendaraan roda 4 dan lebih: tergantung panjang dan jenis kendaraan.
Untuk bis besar kena tiket Rp. 373.000, yang kecil Rp. 264.000
kita naik kapal dharma ferry, menurut pengalamanku, inilah kapal penyeberangan terbaik yang pernah kunaiki. Tempat duduknya bukan dari plastik itu, tapi sudah dilengkapi spon" yang nyaman. Untuk ruang vipnya tempat duduknya seperti di bis eksekutif/bis malam yang bisa direbahkan, ada ACnya, ada layar monitor yang menampilkan lagu" pilihan
dari gilimanuk kita akan diperiksa kelengkapannya. Untuk penumpang bis diminta turun dan dilakukan cek ktp. Untuk penumpang kendaraan bermotor selain ktp juga diperiksa sim dan stnknya, wajah di sim dicocokkan dengan wajah pemilik sim itu. Tidak hanya membaca simnya. Saat pemeriksaan ktp kita diloloskan begitu saja, mungkin karena plat sepeda motornya DK (bali)
dari gilimanuk kita menuju negara, jalannya lumayan rapi. Namun dari arah gilimanuk-denpasar dijumpai lobang" dan gundukan aspal yang kurang bagus. Perjalanan gilimanuk-negara bisa dilalui tanpa kendala.Ada kolam renang dan taman umu di negara, yang menurutku istimewa, karena tatanan tamannya te.o.pe be.ge.te
dari negara kita menuju jembrana. Hati" di jembrana, karena banyak tikungan" tajam dan banyak jembatan. jangan terlalu cepat memacu kendaraan di wilayah ini, karena bagi yang pertama kali bepergian ke bali pasti akan kaget dengan tikungan yang tiba" ada setelah tanjakan, turunan, dan tikungan" ganda
dari jembrana kita menuju tabanan. Q kira hampir sampai, karena selanjutnya adalah denpasar. Ternyata salah besar! Kata lia tabanan ini adalah rute paling lama. Banyak hutan disini, dan penerangan di hutan tidak semaksimal di pemukiman, jadi hati" saja kalau melewati tabanan di malam hari.Ada dua dobel way yang menandakan kita sudah hampir keluar dari tabanan. Jika kita telah melewati dobel way yang kedua, maka perjalanan ke denpasar tinggal 20-30 menit lagi
lepas dari tabanan, yang jadi penandaq dekat dengan denpasar adalah tikungan yang banyak menjual gerabah, baik itu tempat persembahyangan, hiasan atap, patung", ukiran kayu untuk pintu masuk. Setelah kita melewati tempat tadi, maka 15 menit lagi kita sudah mulai masuk gemerlapnya denpasar (tapi bukan pusat denpasar, cukup lah menandakan kalau kita masuk ke kota besar)
begitu nyampe terminal ubung kita mencari tempat makan. Dan memilih KFC gatot subroto sebagai tempat pengisian nutrisi.Saran saya, lebih baik jangan makan disini, karena cita rasa khas ayam KFC tidak bisa ditemukan disini. Rasnya sama seperti fried chicken pinggir jalan. Sudah dua kali makan disini, dan kedua"nya ga memuaskanbegitu selesai makan, kita kembali ke terminal ubung. Dan ada bis jurusan jember yang segera berangkat, sebelumnya belanja dulu di Indomart ubung, beli pocari sweat, nescafe, tolak angin, sampoerna mild
eeeh, begitu sudah duduk didalam bis baru sadar kalo belanjaannya tadi kebawa ma lia. Q pikir biarlah, daripada dia nyampe kosan trus balik lagi buat nganter belanjaannya, bisnya keburu berangkat.Pas lagi asik dengan hp eh tiba" ada cewek yang nyapa.. Q liat, wow... Cantik sekali.. Dan tanganyya mengarah padaku, mengukurkan tas plastik dengan tulisan indomart, ya allah... Dia ternyata calon istriku! Terpesona aq... Hehee...
Perjalanan balik ke banyuwangi padat merayap, bis ekonomi yang kunaiki sama dengan bis" ekonomi lainnya, main serobot kanan-kiri, tapi untungnya dia bisa mbuka jalan dan perjalanan menjadi lebih singkat. Di pelabuhan gilimanuk sudah terjadi antrian mobil" pribadi yang mengular. Dan bisq ini main serobot di badan jalan, eh.. Bisa! Dan bis masuk ke pelabuhan tanpa melalui antrian panjang itunyampe rumah jam 3, mandi dulu, sholat jama maghrib-isya, subuhan, tidur jam 4.30bangun jam 7, mandi keburu dan ga sempet sarapan, berangkat ke kantor
baru terasa perjuangannya calon istriku kalau pulang ke banyuwangi naik motor untuk sekedar menemuiku, hemmm... Pengorbanan yang membutuhkan stamina dan nyali yang besar.Ini ceritaku nunggu warung buka, apa ceritamu?
Pages
Kamis, Januari 05, 2012
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar
terima kasih sudah menjadi pembaca yang baik
rate and comment now filtered
-Joule Regenbogen-